Bahayanya kemasa plastik mengandung BPA

Saat ini banyak kita jumpai semakin banyak orang-orang yang menggunakan wadah makanan dan minuman yang terbuat dari bahan plastik. Dan di zaman yang semua serba praktis dan modern kita kesulitan untuk menghindarinya.

Bisphenol-A (BPA) sejak tahun 1950-an digunakan pada pembuatan kemasan dari plastik polycarbonate. Tujuannya adalah untuk membuat kemasan plastik tersebut menjadi lebih kuat. Awal ditemukannya polycarbonate yang ditambahkan BPA ini dibuat sebagai bahan dasar CD dan DVD, housing dari peralatan elektronik, peralatan olahraga, lensa kaca mata, wadah toiletries seperti shampoo, sabun, dll.

Saat BPA ini digunakan di wadah kemasan makanan dan minuman dan BPA tersebut bisa terlepas dan tercampur ke dalam makanan dan minuman. Sudah dilakukan penelitian terhadap sejumlah orang dan ditemukan terdapat kandungan BPA pada 90% urin subjek penelitian tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sudah sangat banyak BPA yang termetabolisme di dalam tubuh manusia yang kesehariannya mengkonsumsi makanan dan minuman dengan kemasan terbuat dari plastik.

BPA dipercaya dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Bahkan BPA berdosis rendah pun bisa mengganggu fungsi sel dan mengaktifkan gen yang mencetus pertumbuhan kanker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, efek buruk BPA dapat berupa :

1. Gangguan kesuburan

• Wanita yang sering mengalami keguguran rata-rata memiliki 3x BPA lebih tinggi di darahnya dibandingkan dengan yang tidak pernah keguguran.

• Pria dengan kadar BPA tinggi, 3-4 kali lebih mungkin memiliki konsentrasi dan jumlah sperma yang lebih rendah.

2. Gangguan pertumbuhan janin dan anak

• Wanita dengan kadar BPA tinggi, 91% lebih mungkin melahirkan bayi di bawah 37 minggu.

• Anak yang lahir dari ibu terpapar tinggi BPA, dilaporkan lebih hiperaktif, lebih agresif, serta cemas dan depresi.

3. Penyakit cardiovascular: Orang dengan level BPA tinggi dilaporakan 27-135% lebih beresiko untuk menderita hipertensi & 18-63% lebih beresiko untuk terkena penyakit jantung

4. Penyakit kencing manis: Orang dengan level BPA tinggi dilaporkan 21-80% lebih beresiko terkena kencing manis

5. Obesitas

• Wanita obesitas memiliki 47% level BPA lebih tinggi

6. Resiko kanker: Paparan tinggi BPA pada anak kecil sampai dewasa akan mempertinggi resiko terkena kanker.

Sulit untuk benar – benar menghindari bahaya penggunaan plastik, tetapi kita dapat meminimalisirnya. Semuanya kembali kepada kita sebagai konsumen. Tidak ada yang bisa lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga kita selain diri kita sendiri. Oleh karenanya kita perlu menjadi konsumen yang cerdas dan kritis. Cobalah luangkan waktu sebentar saja, setiap kali membeli makanan dan minuman dalam kemasan, coba lihat apakah kemasan tersebut memiliki logo BPA Free. Jangan mempertaruhkan kesehatan kita hanya karena harga murah, kesehatan kita tentunya adalah hal yang sangat berharga.